Integrasi Ekoteologi Kontekstual dalam Pendidikan Kristen dan Kearifan Manugal Dayak untuk Etika Lingkungan Berkelanjutan

Authors

  • Amirrudin Zalukhu STT Cipanas, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/irje.v5i1.2181

Keywords:

Ecotheology, Christian Education, Manugal Dayak, Environmental Ethics, Contextual Theology

Abstract

Krisis ekologi global menuntut respons teologis yang lebih kontekstual dan transformatif dalam pendidikan Kristen. Ekoteologi sebagai paradigma integratif menegaskan hubungan antara iman Kristen, etika lingkungan, dan kearifan lokal. Artikel ini mengeksplorasi integrasi ekoteologi berbasis Manugal Dayak dalam pendidikan Kristen sebagai model teologi ekologi kontekstual di Indonesia. Dengan pendekatan interdisipliner yang mencakup teologi, ekologi, dan antropologi, penelitian ini menganalisis prinsip keseimbangan ekologis dalam tradisi Manugal serta potensinya dalam membentuk kesadaran ekologis berbasis iman. Temuan menunjukkan bahwa pendidikan Kristen yang mengadopsi etika lingkungan berbasis kearifan lokal mampu memperkuat pemahaman spiritualitas ekologis, menumbuhkan tanggung jawab ekologis, serta membangun model pendidikan yang kontekstual dan aplikatif. Selain itu, sinergi antara gereja, sekolah, dan komunitas adat diperlukan untuk mendukung advokasi ekologi berbasis iman. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam rekonstruksi kurikulum pendidikan Kristen yang menekankan nilai-nilai ekoteologi dalam upaya pelestarian lingkungan.

References

Agnes Relly Poluan. (2023). Membangun Kesadaran Ekologis Melalui Pendidikan Kristiani: Studi Kasus Pada Mahasiswa IAKN Manado. Kurios, 9(2), (454-466. https://doi.org/https://doi.org/10.30995/kur.v9i2.387

Aman, P. C. (2016). Teologi Ekologi dan Mistik-Kosmik St. Fransiskus Asisi. Diskursus - Jurnal Filsafat Dan Teologi Stf Driyarkara, 15(2), 188–208. https://doi.org/10.26551/diskursus.v15i2.11

Anwar, M., Hafizianor, H., & Asysyifa, A. (2023). Kearifan Lokal Masyarakat Dayak Meratus Dalam Pengelolaan Hutan Secara Tradisional Di Desa Atiran. Jurnal Sylva Scienteae, 6(1), 115. https://doi.org/10.20527/jss.v6i1.8204

Biaf, R. I., & Tari, E. (2024). Peran Guru Pendidikan Agama Kristen Dalam Mengembangkan Kepedulian Ekologi Pada Generasi Muda Kristen. Scholars, 2(1), 57–68. https://doi.org/10.31959/js.v2i1.2377

Bohari, A. T. (2024). Mitos dan Folklor Suku Dayak dan Melayu di Kecamatan Beduai Kabupaten Sanggau (Kajian Historiografi Tradisional). Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial, 11(3), 444–455. https://doi.org/10.31571/sosial.v11i3.8467

Dhandi, G., Tanasyah, Y., & Sutrisno, S. (2023). Kontekstualisasi Pendidikan Agama Kristen Melalui Falsafah Suku Dayak Kanayatn. Fidei: Jurnal Teologi Sistematika Dan Praktika, 6(2), 294–314. https://doi.org/10.34081/fidei.v6i2.472

Dormauli, H., Burga, S. E., Raytuy, G., Irene, T., Ermi, S., Bella, P., & Dwiky, R. (2023). Masyarakat Dayak Ngaju dalam Kearifan Lokal Pertanian Manugal. Social Issues Quarterly, 1(2), 255–267.

Efendi, M., Sahrul, M., & Salma, S. (2020). Nilai Kearifan Lokal Tradisi Manugal Masyarakat Dayak Meratus Kalimantan Selatan Pada Materi Geografi Bidang Lingkungan Hidup (Kajian Etnografi). PADARINGAN (Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi), 2(2), 260–270. https://doi.org/10.20527/padaringan.v2i2.2158

Elly Diah Praptanti, & Alfian, A. (2023). Revitalizing Indigenous Agricultural Knowledge and Practices: Manugal As an Environmentally Sustainable Farming Method in Dayak Ngaju, Indonesia. NALAR: Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 2(2), 64–70. https://doi.org/10.56444/nalar.v2i2.825

Elsina Sihombing, Julius Sianturi, L. S. (2024). Revolusi Hijau Dalam Pendidikan Kristiani: Menghidupkan Ecophilia Dalam Spiritualitas Heseharian. KURIOS (Jurnal Teknologi Dan Pendidikan Agama Kristen), 10(1), 242–251.

Fauhah, H., & Rosy, B. (2020). Analisis Model Pembelajaran Make A Match Terhadap Hasil Belajar Siswa. Jurnal Pendidikan Administrasi Perkantoran (JPAP), 9(2), 321–334. https://doi.org/10.26740/jpap.v9n2.p321-334

Fitriani, A., Saman, M., & Mayasari, N. A. (2020). The Symbolism The Dayak Indigenous Peoples Of The Meaning Of Hornbills. Belom Bahadat: Jurnal Hukum Agama Hindu, 10(1), 24–39.

Gumelar, F. (2024). Etika Lingkungan dalam Tradisi Berladang Suku Dayak Meratus. Jurnal Ekologi, Masyarakat Dan Sains, 5(1), 3–9. https://doi.org/10.55448/nqap2r14

Harysakti, A., & Mulyadi, L. (2014). Penelusuran Genius Loci Pada Permukiman Suku Dayak Ngaju Di Kalimantan Tengah. Spectra, 12(24), 72–86.

Hendra, A., & Aji Marseda, I. (2022). Eco-Etika Dalam Budaya Manugal Dayak Ngaju (Tinjauan Ekologis Berdasarkan Ensiklik Laudato Si Art. 139). ENGGANG: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Dan Budaya, 2(2), 146–154. https://doi.org/10.37304/enggang.v3i1.4938

Marthinus Ngabalin. (2020). Ekoteologi: Tinjauan Teologi Terhadap Keselamatan Lingkungan Hidup. CARAKA Jurnal Teologi Biblika Dan Praktika, 1(2), 120–121. https://doi.org/https://doi.org/10.46348/car.v1i2.22

Melinda Mithunayon, N. W. (2024). Implikasi Budaya dalam Pendidikan Agama Kristen. Jurnal Pendidikan Agama Kristen DIdaxte, 2(1), 1–9.

Najamudin, M., Wadiyo, W., Sinaga, S. S., & Suharto, S. (2022). Makna Kungkurung dalam Tradisi Manugal Masyarakat Dayak Meratus Kecamatan Piani Kabupaten Tapin. Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana, 541–545.

Nome, H., Tuan, Y. H. A., & Lawalata, M. (2024). Etika Lingkungan Filsafat Ekologi: Pemikiran Kontemporer Tentang Tanggung Jawab Manusia Terhadap Alam. Iluminasi: Jurnal Teologi, 1(2), 107–123. https://doi.org/https://doi.org/10.71401/iluminasi.v1i2.13

Ramdani, M. R. (2023). Nilai Sosial Kearifan Lokal Manugal Suku Dayak. Pusat Publikasi S-1 Pendidikan IPS FKIP ULM, 1(1), 1–12. https://doi.org/https://doi.org/10.31219/osf.io/qxew2.

Safwan, M., Hadiatma, H. B., Pasaribu, E. C. M., & Saefulloh, A. (2023). Budaya Manugal Sebagai Suatu Kearifan Lokal Masyarakat Dayak Desa Buntut Bali Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan. Dewantara : Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora, 2(2), 177–188.

Sahertian, C. I. (2021). Sakralitas Burung Enggang dalam Teologi Lokal Masyarakat Dayak Kanayatn. EPIGRAPHE: Jurnal Teologi Dan Pelayanan Kristiani, 5(1), 58–75. https://doi.org/10.33991/epigraphe.v5i1.202

Sakinah, R., & Surtikanti, H. K. (2024). Upaya Pelestarian Pertanian oleh Masyarakat Dayak Meratus Berbasis Kearifan Lokal Manugal: Studi Literatur. Journal of Socio-Cultural Sustainability and Resilience, 1(2), 119–126. https://doi.org/10.61511/jscsr.v1i2.2024.427

Simon, S. (2021). Peranan Pendidikan Agama Kristen Menangani Masalah Ekologi. EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership, 2(1), 17–35. https://doi.org/10.47530/edulead.v2i1.60

Siwy, H. X., & Hutagalung, S. (2024). Memelihara Surga Bumi: Analisis Persepsi Gereja terhadap Ekoteologi melalui Sudut Pandang Kejadian 2:15. Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen), 6(1), 148–163. https://doi.org/10.59177/veritas.v6i1.271

Stevanus, K. (2019). Pelestarian Alam sebagai Perwujudan Mandat Pembangunan: Suatu Kajian Etis-Teologis. Kurios, 5(2), 94–108. https://doi.org/10.30995/kur.v5i2.107

Tibarrang, W., Sangapa, I., Saputri, C. S. P., Patuju, Y. B., & Lembang, S. R. (2024). Menghidupkan Amanat Penciptaan: Sebuah Pendekatan Alkitabiah Terhadap Pelestarian Lingkungan. In Theos : Jurnal Pendidikan Dan Theologi, 4(9), 341–347. https://doi.org/10.56393/intheos.v4i9.2478

Wiratanaya, G. N., & Kembuan, L. A. (2023). Studi Biblika Tentang Ekoteologi dan Kaitannya dengan Tradisi Perayaan Unduh-Unduh. Sabda: Jurnal Teologi Kristen, 4(1), 98–118. https://doi.org/10.55097/sabda.v4i1.83.

Downloads

Published

2025-01-29

How to Cite

Zalukhu, A. (2025). Integrasi Ekoteologi Kontekstual dalam Pendidikan Kristen dan Kearifan Manugal Dayak untuk Etika Lingkungan Berkelanjutan. Indonesian Research Journal on Education, 5(1), 2686 –. https://doi.org/10.31004/irje.v5i1.2181

Issue

Section

Articles